Wah rasanya sudah lama tidak nulis di blog ini, sudah beberapa dekade blog ini berhibernasi.. haha... Padahal sudah banyak gunung yang sudah didaki, kali ini aku mau nulis tentang catatan perjalanan ku mendaki gunung sindoro saat liburan kemarin.
Sebelum ada ajakan untuk mendaki sindoro ku baru saja naik gunung papandayan.
Pagi pagi aku dikagetkan dengan bunyi handphone ku ada panggilan masuk dan ternyata itu adalah video call, wah niat banget nih yang nelpon. Mas sigit namanya pagi pagi sudah video call hanya untuk mengajakku untuk naik gunung sindoro pada tanggal 29-31 maret 2018, entah setan apa yang merasuki pikiran ku, ajakan itu langsung ku iyakan saja tanpa harus pikir panjang.
Pada tanggal 29 maret 2018 kami kumpul dahulu ditempat mas sigit untuk mempersiapkan segala keperluan dan keberangkatan kami, kala itu aku datang paling awal kami menunggu rombongan dari bogor yang berjumlah 4 orang dan dari teman kerjanya mas sigit 5 orang, ke empat dari bogor itu adalah ucy, demi, yola, dan yunda sementara 5 orang lainnya bunga, meira, retno, jeri, irvan.
Sudah satu jam ku menunggu kehadiran mereka dan datanglah rombongan 5 orang itu tinggal menunggu yang dari bogor, sudah hampir jam 10 mereka belum datang juga, mau berangkat jam berapa pikirku belum macet diperjalanannya.
Akhirnya yang ditunggu datang juga, tanpa lama kita langsung mempersiapkan diri. Oia keberangkatan kita kali ini menggunakan mobil pribadi atau sewaan jumlah nya 2 mobil karena kita ada 12 orang. Di mobil pertama saya dan teman kerjanya mas sigit dan dimobil kedua mas sigit dan rombongan dari bogor.
Setelah selesai packing dan sudah siap semua, berangkatlah kami jam menunjukkan pukul 23.00 wib, kami star dari tangerang. Pikirku apa yang ku khawatirkan benar macetnya tol dalam kota akibat adanya pembangunan, entah sampai kapan pembangunan itu selesai, sudah berepisode episode belum selesai juga. Seperti sinetron saja, kalau di ibaratkan sinetron seperti sinetron tersanjung gak kelar kelar... 😅😅.
Lama diperjalanan membuat kami lelah dan ngantuk, di tengah perjalanan arah semarang aku tertidur mungkin supirku juga ngantuk kata mobil yang belakang mobil kami oleng,,, oleng kaptenn... Masuk jalur yang tidak seharusnya. Begitu pula mobil yang dibelakang hampir kejurang, tapi alhamdulillah tidak terjadi apa apa kami masih dilindungi olehNya.
Setelah melakukan perjalan hampir 20 jam lamanya, lama sekali, (itu kalau ku ke jogja udah pulang pergi naik kereta). Tiba lah kami di basecame pendakian balai desa Kledung. Lekas kami istirahat sejenak dan mempersiapkan diri dan barang bawaan untuk mulai pendakian sambil menunggu hujan reda dan juga mengisi kekosongan perut.
Matahari sudah terbenam langit pun sudah terlihat gelap tapi rintihan hujanmu belum reda juga. Tepat pukul 20.30 wib hujan tampaknya sudah lelah membasahi bumi ini,, seperti ku yang lelah mengejarmu.. Hahaha.. Curcol... Mulailah kita untuk mendaki, tak lupa doa kami panjatkan untuk mengiringi keselamatan dan kelancaran kami selama pendakian.
Pendakian kami dimulai dengan ojek dari basecame sampai pos 1 pertengahan, tibalah saya yang pertama untuk naik ojek belum juga mulai aku sudah di kagetkan oleh abang ojek dengan menstandingkan motornya, lantas ku cepat cepat memeluk abangnya takut terjatuh. Awalnya aman melewati perkampungan dan setelah itu... Oohhhh noooo.... Jalanan tanah licin dan berbatu, menanjak, sempit, berkelok, dilibas dengan grung grung motor bebek dengan kecepatan tinggi.. Gas poolll bangg !!
Dalam perjalanan abang ojek banyak ajak ngobrol dengan ramah, mungkin agar saya bisa enjoy dan tidak tegang. Ya... Ya... Ya... Terimakasih keramahannya abang ojek.
Bibir boleh saja berkicau ngobrol tapi otak dan jantung saya beda ceritanya, secara tanpa helm (no safety) dengan kondisi jalan seperti itu, bagaimana jika motor oleng dan saya jatuh??? Belum mulai pendakian sudah harus di evakuasi... OMG. Tidakkks... Terlalu nista banget rasanya...
Saya didera penderitaan yang mendalam, karena motor ojek yang saya tumpangi jadi ngepot ngepot bikin jantung mau copot berasa lama sampainya.
Setelah memacu adrenalin dengan abang ojek, sampailah di pos 1 pertengahan, di pos inilah kami langsung ngoceh ngoceh menceritakan pengalaman masing-masing menggunakan ojek dengan berbagai macam versi cerita, yang intinya bikin jantung salto!!! Kaya film sun gokong..
Baiklah lupakan masalah ojek mari mulai pendakian.
Saya dan rombongan mulai pendakian sekitar jam 21.00 wib, perjalanan menuju pos 2, perjalanan dari pos 1 pertengahan ke pos 2 di dominasi oleh hutan yang tidak begitu rapat dengan track yang cukup landai bagiku, tapi lain halnya saat perjalanan turun (nanti saya ceritakan). Setelah satu jam berjalan kami pun sampai di pos 2, sekitar 10 menit kami beristirahat di pos 2, selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju pos 3, kali ini jalan yang kami temui adalah jalan yang terus menanjak dengan trek bebatuan disertai pasir dan kerikir kecil. Perjalanan malam hari saat itu membuat kami harus ekstra hati-hati, sebisa mungkin kami jangan terpencar satu sama lain. Kami terus berjalan beriringan dengan komando mas sigit di depan dan aku selalu dibelakang jika ada hewan buas dari belakang bisa bisa saya duluan yang di terkam
Saat itu suasana begitu hening hanya ada suara langkah kaki kami yang menamani perjalanan malam itu dan cahaya rembulan yang mengiringi kami. Trek yang menanjak di dominasi tanah licin dan banyak bebatuan, masih ada beberapa pohon tumbang menghalangi jalan memaksa kami harus menunduk bahkan berjongkok untuk melewatinya, sekitar setengah perjalanan terdapat tempat lapang, tempat yang menggoda iman saya untuk istirahat walau sebenarnya saya tidak terlalu letih. Namun apalah daya melihat pohon tumbang yang bisa di jadikan tempat duduk rasanya tubuh ini tiba tiba mengandung gaya magnet yang menarikku untuk bersandar.... Nyesss.. Berasa di sofa. Perjalanan yang cukup jauh dari pos 2 ke pos 3.
Hutan sudah mulai terbuma lebar, selebar hatiku yang dilanda rindu akan pos 3, setelah lama berjalan dikeheningan malam sampailah kita di pos 3, tenda tenda sudah banyak yang berdiri tegak seperti ingin memanggilku untuk masuk kedalamnya. Terlalu banyak yang ngecamp disini kami pun sampai kesulitan mendapat tempat untuk mendirikan tenda kami, akhirnya dipinggiran trek lah yang menjadi pesinggahan tenda kami, tenda sudah siap untuk di singgahi saya langsung masuk kedalam untuk sekedar rebahan dan yang lain masak untuk mengisi kekosongan perut ini, hati nya juga kosong... Uuppzz... 🙊. Setelah makan saya pun tidur entah para wanita perkasa itu mereka tidak tidur kuat sekali mata mereka.
Dalam nikmatnya tidur saat itu, sekitar puku 3.30 saya dibangunkan oleh suara summit... Summit... Entah itu suara datangnya darimana, tepatnya jam 4.00 kami berangkat menuju puncak.
Kata mas sigit dari pos 3 ke puncak hanya memakan waktu 40 menit saja, alhasil kita hanya membawa perbekalan dan minum secukupnya. Dari camp jalan langsung menanjak berbatu tiada henti perjalanan begitu melelahkan. Ternyata menuju puncak sangat teramat mem PHP kan para pendaki, karena berkali kali terlihat ujung gunung bagian atas seperti puncak namun bukan puncak. Boro boro mau sampai puncak pos 4 pun tak sampai sampai, hikkss... Dilan tuh gak bisa diginiin..!! Haha...
Pelipur lara satu satu nya adalah melihat betapa indahnya pemandangan ketika saya membalikkan badan hanya satu kata: amazing...!!
Gununh Sumbing tampak gagah berdiri, dibelakangnya berderet gunung tinggi lainnya.
Sunrise begitu cerah ramah ramah menyapa sama halnya dengan para pendaki yang tak saling mengenal selalu ramah saling menyapa dan memberi semangat satu sama lain ketika bertemu.
Belum sampai pos 4 kita sudah kehabisan air, alhasil kami berlima meminta persediaan air kependaki lain, ya saat itu saya berlima duluan untuk naik ke atas dan sisanya masih dibawah, maklum sisaan biasanya sisaan itu ya paling akhir.. Hahaha...
Saya, ucy, demi, yola, yunda sangat kesal dengan trek ini karena tak sampai sampai tersirat dipikiran untuk turun kembali tetapi ada kata yang berhembus "puncak harga diri" kata yang keluar dari seorang ucy perempuan tangguh 😄😄
Akhirnya.... Seperti penantian panjang bisa sampai ke pos 4, dua jam mungkin lebih dari camp sudah termasuk istirahat dan foto foto.. Ngomong ngomonh foto teman rombongam ku yang bernama demi, banyak sekali yang meminta foto dengannya saya saja tidak ada foto dengannya.. 😉😉 . tapi saya juga banyak lho yang minta fotoin,, minta fotoin lho ya bukan minta foto... 😅😅 .
Di pos 4 ini ditandai adanya batu besar dan plang
Pemandangan semakin indah dari pos 4. Dari sinilah hatus siap siap kembali tenaga karena setelah ini akan dimulailah tanjakan penyesalan, tanjakan yang menyesakkan iman di dada, yang meluluhlantahkan perasaanku yang lemah lunglai bagai terombang ambing akan ketidak pastian.. 😁😁 .
Ada apa dengan tanjakan setelah pos 4 ini??? Disinilah peng PHP an belum juga selesai. Tanjakan demi tanjakan berbatu membuat lemas, beberapa kali terlihat ujungnya seperti puncak ternyata joung....
Bodohnya lagi padahal saya sudah tau otu bukan puncak tapi selalu berharap itu adalah puncak!! Boleh dong menghibur diri sendiri... Hiks... Hikkss... Dilan kesal diginiin terus. Yang saya lihat peta ada hamparan padamg edelwis dan pepohonan apa gitu namanya hamtaro atau apa gitu deh ah.. Tapi yang ku lihat hanya batang batang pohon kering berdiri, mungkin itu pohonnya yang sudah kering..
Saya baru benar benar bahagia ketika melihat hamparan tanah menanjak pilu dihiasi batu-batu kerikil dan batu batu besar begitu pula bau belerang yang membuat tenggorokan gatal, seketika itu kupercepat langkahku karena ingin cepat sampai dipuncaknya..... Horrereeeee... Yang dinujung itu ternyata benar benar puncaknya 👏👏👏👏 cemunguuttt eeaaa...
Hey puncak PHP!!! Lu Gue End!!
Kalau orang sudah ta maki maki kau diatas karena mem PHP kan diriku
Alhamdulillah jam 9.00 saya sampai dipuncak ditemani dua wanita yang mengikutiku yola dan yunda. (Senangnya dalam hati kalau beristri 2..) hahaaha...
Subhanallah luat biasa saya takjub melihat asap dari kawah selalu mengepul keatas, bunyi dari kawah menderu-deru tiada henti. Namun sesak belerang kembali menusuk dan mata pun perih.
Benar benar nikmat berada diatas puncak, cuaca cerah sangat bersahabat udara tidak terlalu dingin dan tidak ada sengatan panas matahari, pas dan cuucookk buangett!!! (Beginilah bayaran untuk orang tabah, selalu indah pada waktunya.. Ajib..). Perlahan yang lain menyusul sampai diatas.
Pagi pagi aku dikagetkan dengan bunyi handphone ku ada panggilan masuk dan ternyata itu adalah video call, wah niat banget nih yang nelpon. Mas sigit namanya pagi pagi sudah video call hanya untuk mengajakku untuk naik gunung sindoro pada tanggal 29-31 maret 2018, entah setan apa yang merasuki pikiran ku, ajakan itu langsung ku iyakan saja tanpa harus pikir panjang.
Pada tanggal 29 maret 2018 kami kumpul dahulu ditempat mas sigit untuk mempersiapkan segala keperluan dan keberangkatan kami, kala itu aku datang paling awal kami menunggu rombongan dari bogor yang berjumlah 4 orang dan dari teman kerjanya mas sigit 5 orang, ke empat dari bogor itu adalah ucy, demi, yola, dan yunda sementara 5 orang lainnya bunga, meira, retno, jeri, irvan.
Sudah satu jam ku menunggu kehadiran mereka dan datanglah rombongan 5 orang itu tinggal menunggu yang dari bogor, sudah hampir jam 10 mereka belum datang juga, mau berangkat jam berapa pikirku belum macet diperjalanannya.
Akhirnya yang ditunggu datang juga, tanpa lama kita langsung mempersiapkan diri. Oia keberangkatan kita kali ini menggunakan mobil pribadi atau sewaan jumlah nya 2 mobil karena kita ada 12 orang. Di mobil pertama saya dan teman kerjanya mas sigit dan dimobil kedua mas sigit dan rombongan dari bogor.
Setelah selesai packing dan sudah siap semua, berangkatlah kami jam menunjukkan pukul 23.00 wib, kami star dari tangerang. Pikirku apa yang ku khawatirkan benar macetnya tol dalam kota akibat adanya pembangunan, entah sampai kapan pembangunan itu selesai, sudah berepisode episode belum selesai juga. Seperti sinetron saja, kalau di ibaratkan sinetron seperti sinetron tersanjung gak kelar kelar... 😅😅.
Lama diperjalanan membuat kami lelah dan ngantuk, di tengah perjalanan arah semarang aku tertidur mungkin supirku juga ngantuk kata mobil yang belakang mobil kami oleng,,, oleng kaptenn... Masuk jalur yang tidak seharusnya. Begitu pula mobil yang dibelakang hampir kejurang, tapi alhamdulillah tidak terjadi apa apa kami masih dilindungi olehNya.
Setelah melakukan perjalan hampir 20 jam lamanya, lama sekali, (itu kalau ku ke jogja udah pulang pergi naik kereta). Tiba lah kami di basecame pendakian balai desa Kledung. Lekas kami istirahat sejenak dan mempersiapkan diri dan barang bawaan untuk mulai pendakian sambil menunggu hujan reda dan juga mengisi kekosongan perut.
Matahari sudah terbenam langit pun sudah terlihat gelap tapi rintihan hujanmu belum reda juga. Tepat pukul 20.30 wib hujan tampaknya sudah lelah membasahi bumi ini,, seperti ku yang lelah mengejarmu.. Hahaha.. Curcol... Mulailah kita untuk mendaki, tak lupa doa kami panjatkan untuk mengiringi keselamatan dan kelancaran kami selama pendakian.
Pendakian kami dimulai dengan ojek dari basecame sampai pos 1 pertengahan, tibalah saya yang pertama untuk naik ojek belum juga mulai aku sudah di kagetkan oleh abang ojek dengan menstandingkan motornya, lantas ku cepat cepat memeluk abangnya takut terjatuh. Awalnya aman melewati perkampungan dan setelah itu... Oohhhh noooo.... Jalanan tanah licin dan berbatu, menanjak, sempit, berkelok, dilibas dengan grung grung motor bebek dengan kecepatan tinggi.. Gas poolll bangg !!
Dalam perjalanan abang ojek banyak ajak ngobrol dengan ramah, mungkin agar saya bisa enjoy dan tidak tegang. Ya... Ya... Ya... Terimakasih keramahannya abang ojek.
Bibir boleh saja berkicau ngobrol tapi otak dan jantung saya beda ceritanya, secara tanpa helm (no safety) dengan kondisi jalan seperti itu, bagaimana jika motor oleng dan saya jatuh??? Belum mulai pendakian sudah harus di evakuasi... OMG. Tidakkks... Terlalu nista banget rasanya...
Saya didera penderitaan yang mendalam, karena motor ojek yang saya tumpangi jadi ngepot ngepot bikin jantung mau copot berasa lama sampainya.
Setelah memacu adrenalin dengan abang ojek, sampailah di pos 1 pertengahan, di pos inilah kami langsung ngoceh ngoceh menceritakan pengalaman masing-masing menggunakan ojek dengan berbagai macam versi cerita, yang intinya bikin jantung salto!!! Kaya film sun gokong..
Baiklah lupakan masalah ojek mari mulai pendakian.
Saya dan rombongan mulai pendakian sekitar jam 21.00 wib, perjalanan menuju pos 2, perjalanan dari pos 1 pertengahan ke pos 2 di dominasi oleh hutan yang tidak begitu rapat dengan track yang cukup landai bagiku, tapi lain halnya saat perjalanan turun (nanti saya ceritakan). Setelah satu jam berjalan kami pun sampai di pos 2, sekitar 10 menit kami beristirahat di pos 2, selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju pos 3, kali ini jalan yang kami temui adalah jalan yang terus menanjak dengan trek bebatuan disertai pasir dan kerikir kecil. Perjalanan malam hari saat itu membuat kami harus ekstra hati-hati, sebisa mungkin kami jangan terpencar satu sama lain. Kami terus berjalan beriringan dengan komando mas sigit di depan dan aku selalu dibelakang jika ada hewan buas dari belakang bisa bisa saya duluan yang di terkam
Saat itu suasana begitu hening hanya ada suara langkah kaki kami yang menamani perjalanan malam itu dan cahaya rembulan yang mengiringi kami. Trek yang menanjak di dominasi tanah licin dan banyak bebatuan, masih ada beberapa pohon tumbang menghalangi jalan memaksa kami harus menunduk bahkan berjongkok untuk melewatinya, sekitar setengah perjalanan terdapat tempat lapang, tempat yang menggoda iman saya untuk istirahat walau sebenarnya saya tidak terlalu letih. Namun apalah daya melihat pohon tumbang yang bisa di jadikan tempat duduk rasanya tubuh ini tiba tiba mengandung gaya magnet yang menarikku untuk bersandar.... Nyesss.. Berasa di sofa. Perjalanan yang cukup jauh dari pos 2 ke pos 3.
Hutan sudah mulai terbuma lebar, selebar hatiku yang dilanda rindu akan pos 3, setelah lama berjalan dikeheningan malam sampailah kita di pos 3, tenda tenda sudah banyak yang berdiri tegak seperti ingin memanggilku untuk masuk kedalamnya. Terlalu banyak yang ngecamp disini kami pun sampai kesulitan mendapat tempat untuk mendirikan tenda kami, akhirnya dipinggiran trek lah yang menjadi pesinggahan tenda kami, tenda sudah siap untuk di singgahi saya langsung masuk kedalam untuk sekedar rebahan dan yang lain masak untuk mengisi kekosongan perut ini, hati nya juga kosong... Uuppzz... 🙊. Setelah makan saya pun tidur entah para wanita perkasa itu mereka tidak tidur kuat sekali mata mereka.
Dalam nikmatnya tidur saat itu, sekitar puku 3.30 saya dibangunkan oleh suara summit... Summit... Entah itu suara datangnya darimana, tepatnya jam 4.00 kami berangkat menuju puncak.
Kata mas sigit dari pos 3 ke puncak hanya memakan waktu 40 menit saja, alhasil kita hanya membawa perbekalan dan minum secukupnya. Dari camp jalan langsung menanjak berbatu tiada henti perjalanan begitu melelahkan. Ternyata menuju puncak sangat teramat mem PHP kan para pendaki, karena berkali kali terlihat ujung gunung bagian atas seperti puncak namun bukan puncak. Boro boro mau sampai puncak pos 4 pun tak sampai sampai, hikkss... Dilan tuh gak bisa diginiin..!! Haha...
Pelipur lara satu satu nya adalah melihat betapa indahnya pemandangan ketika saya membalikkan badan hanya satu kata: amazing...!!
Gununh Sumbing tampak gagah berdiri, dibelakangnya berderet gunung tinggi lainnya.
Sunrise begitu cerah ramah ramah menyapa sama halnya dengan para pendaki yang tak saling mengenal selalu ramah saling menyapa dan memberi semangat satu sama lain ketika bertemu.
Belum sampai pos 4 kita sudah kehabisan air, alhasil kami berlima meminta persediaan air kependaki lain, ya saat itu saya berlima duluan untuk naik ke atas dan sisanya masih dibawah, maklum sisaan biasanya sisaan itu ya paling akhir.. Hahaha...
Saya, ucy, demi, yola, yunda sangat kesal dengan trek ini karena tak sampai sampai tersirat dipikiran untuk turun kembali tetapi ada kata yang berhembus "puncak harga diri" kata yang keluar dari seorang ucy perempuan tangguh 😄😄
Akhirnya.... Seperti penantian panjang bisa sampai ke pos 4, dua jam mungkin lebih dari camp sudah termasuk istirahat dan foto foto.. Ngomong ngomonh foto teman rombongam ku yang bernama demi, banyak sekali yang meminta foto dengannya saya saja tidak ada foto dengannya.. 😉😉 . tapi saya juga banyak lho yang minta fotoin,, minta fotoin lho ya bukan minta foto... 😅😅 .
Di pos 4 ini ditandai adanya batu besar dan plang
Pemandangan semakin indah dari pos 4. Dari sinilah hatus siap siap kembali tenaga karena setelah ini akan dimulailah tanjakan penyesalan, tanjakan yang menyesakkan iman di dada, yang meluluhlantahkan perasaanku yang lemah lunglai bagai terombang ambing akan ketidak pastian.. 😁😁 .
Ada apa dengan tanjakan setelah pos 4 ini??? Disinilah peng PHP an belum juga selesai. Tanjakan demi tanjakan berbatu membuat lemas, beberapa kali terlihat ujungnya seperti puncak ternyata joung....
Bodohnya lagi padahal saya sudah tau otu bukan puncak tapi selalu berharap itu adalah puncak!! Boleh dong menghibur diri sendiri... Hiks... Hikkss... Dilan kesal diginiin terus. Yang saya lihat peta ada hamparan padamg edelwis dan pepohonan apa gitu namanya hamtaro atau apa gitu deh ah.. Tapi yang ku lihat hanya batang batang pohon kering berdiri, mungkin itu pohonnya yang sudah kering..
Saya baru benar benar bahagia ketika melihat hamparan tanah menanjak pilu dihiasi batu-batu kerikil dan batu batu besar begitu pula bau belerang yang membuat tenggorokan gatal, seketika itu kupercepat langkahku karena ingin cepat sampai dipuncaknya..... Horrereeeee... Yang dinujung itu ternyata benar benar puncaknya 👏👏👏👏 cemunguuttt eeaaa...
Hey puncak PHP!!! Lu Gue End!!
Kalau orang sudah ta maki maki kau diatas karena mem PHP kan diriku
Alhamdulillah jam 9.00 saya sampai dipuncak ditemani dua wanita yang mengikutiku yola dan yunda. (Senangnya dalam hati kalau beristri 2..) hahaaha...
Subhanallah luat biasa saya takjub melihat asap dari kawah selalu mengepul keatas, bunyi dari kawah menderu-deru tiada henti. Namun sesak belerang kembali menusuk dan mata pun perih.
Benar benar nikmat berada diatas puncak, cuaca cerah sangat bersahabat udara tidak terlalu dingin dan tidak ada sengatan panas matahari, pas dan cuucookk buangett!!! (Beginilah bayaran untuk orang tabah, selalu indah pada waktunya.. Ajib..). Perlahan yang lain menyusul sampai diatas.






Ternyata ada lucu lucunya juga ya mas iyan. wkwkw
BalasHapusLanjutan nya ditunggu maaass
Ternyata ada lucu lucunya juga ya mas iyan. wkwkw
BalasHapusLanjutan nya ditunggu maaass
Biar ga bosen membacanya.. Makanya agak di lucu kan sedikit hihihi
HapusYa ampun partner guee disana selingkuh ya sama babang gojek ??? Wkwkwkw
BalasHapuswkwkwkwk.. lebih menantang... haha
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus